SEJARAH DESA PAREAN GIRANG
Desa Parean Girang, yang terletak di Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, berakar dari wilayah "Parean" tahun 1771 yang kemudian dimekarkan oleh Belanda karena populasi padat. Tokoh pentingnya adalah Buyut Irhanggen, utusan Cirebon tahun 1885 untuk keamanan, yang menjadi cikal bakal desa induk Parean Girang.
Asal Usul: Berawal dari wewengkon (wilayah) Parean yang sudah ada sejak tahun 1771.
Keamanan: Pada tahun 1885, wilayah ini mengalami gangguan keamanan, sehingga didatangkan seorang Sarageni (Mantri Kehutanan) dari Kesultanan Cirebon bernama Buyut Irhanggen yang berasal dari Majalengka dan beristri keturunan Kigeden Trusmi.
Pemekaran Wilayah: Karena jumlah penduduk semakin banyak, Pemerintah Belanda memekarkan Desa Parean menjadi 5 desa, yaitu:
- Parean Girang (desa induk)
- Wirakanan
- Karanganyar
- Bulak
- Ilir.
Peristiwa Sosial: Parean Girang sempat menjadi pusat perhatian dalam protes sosial masyarakat terkait rencana relokasi peternakan babi pada kurun waktu 1995-1996.
Nama "Girang" sendiri dalam bahasa Sunda sering diartikan sebagai "bagian atas / hulu", menandakan posisinya dalam rangkaian desa pemekaran Parean.
TERBENTUKNYA DESA
Setelah terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang sempat mengguncang stabilitas nasional, kondisi masyarakat perlahan mulai kembali kondusif. Pada masa pemulihan tersebut, berbagai daerah di Indonesia mulai melakukan penataan ulang pemerintahan dan kehidupan sosial, termasuk di wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Parean Girang.
Sekitar tahun 1967 berdirilah Desa Parean Girang sebagai bentuk kemandirian dan penguatan struktur pemerintahan lokal. Berdirinya desa Parean Girang ini menjadi tonggak sejarah penting yang menandai awal perjalanan pembangunan dan kemajuan Desa Parean Girang hingga saat ini.
Pada tahun 1982 desa Parean Girang merupakan desa induk yang cakupan wilayahnya cukup luas. namun sekitar tahun 1984 desa Parean Girang dimekarkan menjadi 2 desa, yaitu desa Parean Girang dan desa Pranti sebagai desa pemekaran. Tokoh yang memprakarsai pemekaran desa tersebut adalah pada masa jabatan Kuwu Murjani (Pj) sekitar tahun 1966, Setelah Kuwu Murjani (Pj) purna tugas, maka dibentuklah pencalonan kuwu, akhirnya terpilihlah nama-nama Kuwu yang ada dibarisan bawah ini.
Berikut nama-nama Kuwu desa Parean Girang sebelum dan setelah pemekaran adalah sebagai berikut:
Nama Pemimpin
Desa Parean Girang / KUWU
| KASAN | 1967 s/d 1972 |
| KATRUN | 1972 s/d 1977 |
| MITRO | 1977 s/d 1982 |
| MURJANI (PJ) | 1982 s/d 1987 |
| MOH. JAHJA | 1987 s/d 1995 |
| H. AMSORI | 1995 s/d 2002 |
| H. SUKAMA | 2002 s/d 2012 |
| ABDUL MANAF | 2012 s/d 2018 |
| H. TARSIMAN | 2018 s/d 2026 |
| H. TARSIMAN | 2026 s/d MASIH MENJABAT |
Sumber: Sejarah Pembangunan Desa
Letak Geografis
Desa Parean Girang memiliki luas wilayah 290.020 m2, yang terdiri dari 3 Dusun dengan 9 Rukun Warga (RW) dan 18 Rukun Tetangga (RT). Desa Parean Girang memiliki batas wilayah Administratif sebagai berikut:
| BATAS | DESA / KELURAHAN | KECAMATAN |
| SEBELAH UTARA | LAUT JAWA | - |
| SEBELAH SELATAN | KARANGANYAR |
KANDANGHAUR |
| SEBELAH TIMUR | CEMARA / SANTING |
LOSARANG |
| SEBELAH BARAT | WIRAPANJUNAN, BULAK DAN PRANTI |
KANDANGHAUR |
Topografi
Desa Parean Girang merupakan desa yang berada didataran rendah, dengan ketinggian antara 0 - 1 mDpl (Diatas Permukaan Laut), sebagian besar wilayah desa Parean Girang adalah tanah pesawahan dan perempangan, dimana perbatasan langsung dengan desa di kecamatan Kandanghaur dan kecamatan Losarang, Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Karanganyar Kecamatan Kandanghaur, Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Wirapanjunan, Desa Bulak dan Desa Pranti Kecamatan Kandanghaur, serta Sebelah Utaranya Berbatasan dengan Laut Jawa.
Hidrologi dan Klimatologi
Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa. Berdasarkan hidrologinya, aliran-aliran sungai di wilayah desa Parean Girang membetuk pola Daerah Aliran Sungai, yaitu Tercatat beberapa sungaimaupun Solokan baik skala kecil, sedang, dan besar, terdapat di desa Parean Girang, seperti :
NAMA-NAMA SUNGAI BESAR DAN KECIL
DI DESA PAREAN GIRANG
| SUNGAI BESAR | SUNGAI KECIL (KALEN) |
| SUNGAI (BESAR) GEMPOL | SUNGAI (KECIL) SENENAN |
| SUNGAI (BESAR) PENGODENGAN | SUNGAI (KECIL) MALANG |
| SUNGAI (BESAR) CIPANAS II CILET | SUNGAI (KECIL) GROYOK |
| SUNGAI (BESAR) KALIGAWE BENDO | SUNGAI (KECIL) ANYAR |
| SUNGAI (BESAR) DALIRAN | SUNGAI (KECIL) TENGAH |
| SUNGAI (BESAR) SUSUKAN | SUNGAI (KECIL) WATES |
| SUNGAI (BESAR) MALANG | SUNGAI (KECIL) KATIM |
| - | SUNGAI (KECIL) BANDOS |
| - | SUNGAI (KECIL) BARI |
| - | SUNGAI (KECIL) WADUK |
| - | SUNGAI (KECIL) PAGER |
| - | SUNGAI (KECIL) PENYAWAR |
| - | SUNGAI (KECIL) TUMNA |
JUMLAH PENDUDUK DESA PAREAN GIRANG
TAHUN 2025
| Laki - Laki | 5.074 Jiwa |
| Perempuan | 4.886 Jiwa |
| KK Laki - Laki | 2694 |
| KK Perempuan | 329 |
| Jumlah KK | 3023 |
Sumber: Data Penduduk Desa Parean Girang
JUMLAH DUSUN DI DESA PAREAN GIRANG
DUSUN I
- Blok Nagrak I (RW 003)
- Blok Nagrak II (RW 002)
- Blok Taman (RW 004)
DUSUN II
- Blok Pasar (RW 001)
- Blok Bloran I (RW 007)
- Blok Bloran II (RW 008)
Dusun III
- Blok Gandok I (RW 005)
- Blok Gandok II (RW 006)
- Blok Waled (RW 009)
Dan Desa Parean Girang terdapat 9 RW dan 18 RT diantaranya.
- Blok Pasar : RW 001 dan RT 01 - RT 02
- Blok Nagrak II : RW 002 dan RT 01 - RT 02
- Blok Nagrak I : RW 003 dan RT 01 - RT 02
- Blok Taman : RW 004 dan RT 01 - RT 02
- Blok Gandok I : RW 005 dan RT 01 - RT 02
- Blok Gandok II : RW 006 dan RT 01 - RT 02
- Blok Bloran I : RW 007 dan RT 01 - RT 02
- Blok Bloran II : RW 008 dan RT 01 - RT 02
- Blok Waled : RW 009 dan RT 01 - RT 02